Sabtu, 14 Maret 2015

Phrase, Clause and Sentence


A.  PHRASE

Phrase adalah kelompok kata yang saling berkaitan namun tidak mengandung unsur subject dan verb. Terdapat berbagai berbagai macam phrase. Dengan memahami bagaimana cara membentuk dan fungsinya, akan memudahkan seorang penulis untuk membuat variasi di dalam suatu tulisan yang ingin dibuat. Dapat berbagai jenis phrase :
1.      Noun phrases atau frase nomina adalah frase yang terdiri dari nomina atau pronomina (sebagai head) dan modifiers.
Perhatikan contoh berikut di bawah ini:

a.       My Mother is happy.
b.      I like the house over there.

2.      Participial phrases merupakan frase yang terdiri dari past atau present participle dan objek (modifiers) dan mempunyai peran sebagai adjektiva (adjective) dalam kalimat.
Contoh participial phrases:

a.       Hidden by the wall, Bima waited to scare Saleh.
b.      Children introduced to music early develop strong intellectual skills.

3.      Gerund phrases adalah frase yang terdiri dari gerund ditambah dengan objek dan/ataumodifier. Seperti halnya gerund, gerund phrase juga berperan sebagai nomina dalam kalimat.
Contoh gerund phrases:

a.       Play fire is very dangerous.
b.      Cramming for tests is not a good study strategy.

4.      Infinitive phrases merupakan frase yang terdiri dari infinitive dan objek (modifiers) dan mempunyai peran sebagai nomina (noun), adjektiva (adjective), atau adverbia (adverb) dalam kalimat.
Contoh infinitive phrases:

a.       We intended to leave early.
b.      To study English well need special time.

5.      Adverb
Infinitive phrases sebagai adverb, berfungsi:
a.       menerangkan seluruh kalimat
b.      menerangkan verba
c.       menerangkan adjektiva
d.      menerangkan seluruh kalimat. Contoh           :

a)      To say English well, you can speak English slowly.
b)      To come to the school on time, you may be ready now.

6.      Verb phrases atau frase verba adalah frase yang tersusun dari verba utama ditambah dengan auxiliaries, adverbs, adverb phrases (or clauses), prepositional phrases, atau object. Dalam kalimat, frase verba berfungsi sebagai predikat.
Contoh:
a.       We will meet at the library at 3:30 p.m.
b.      Henry made my coach very proud.

B.  CLAUSE

Clauses adalah serangkaian kata yang mengandung subjek (pokok kalimat) dan predikat (sebutan kalimat). Dalam bahasa Inggris ada 2 macam Clauses, yaitu, Main Clauses (Induk Kalimat) dan Subordinate Clauses (Anak Kalimat). Perhatikan penjelasannya di bawah ini:
1.      Main Clause
Main Clause (induk kalimat) disebut juga dengan Independent Clauses adalah serangkaian kata yang mengandung subjek dan predikat yang telah mempunyai pengertian sempurna (jelas), dan dapat berdiri sendiri, artinya tidak tergantung pada Clause yang lain.
Contoh:

We study English.
English is an international language.
She has finished working.

2.      Subordinate Clause
Subordinate Clause (anak kalimat) disebut jugs dengan Dependent Clause, adalah serangkaian kata yang mengandung subjek dan predikat tetapi belum mempunyai pengertian yang sempurna, dan tidak dapat berdiri sendiri, artinya tergantung pads kata-kata yang lain (Main Clause).
Contoh:

I will go if YOU go.
She won’t come unless you invite her.
I enjoy my job although I work long hours.

C.  SENTENCE

SENTENCE (Kalimat),  adalah suatu konstruksi yang menyatakan suatu pikiran yang utuh. Sentence mengandung minimal satu independent clause (terdiri atas subject dan predicate). Sentence diawali oleh huruf kapital dan diakhiri oleh full stop (titik), exclamation mark (tanda seru), atau question mark (tanda tanya).
Sentence types (tipe-tipe kalimat) dapat dibedakan berdasarkan struktur atau penggunaannya. Berdasarkan strukturnya, sentence type terbagi menjadi 4 macam, yaitu: simple, compound, complex, dan compound-complex sentence. Sedangkan berdasarkan penggunaannya, sentence types berupa declarative, interrogative, exclamatory, dan imperative sentence.
Menurut strukturnya :
a)      Simple sentence , Merupakan sentence type yang paling mendasar karena hanya terdiri dari satu independent clause. Contoh : Water boils at 100 degrees Celcius
b)      Compound sentence , Merupakan sentence type yang terdiri dari dua atau lebih independent clause yang dihubungkan oleh coordinate conjunction (for, and, nor, but, or, yet, so).
Contoh: Rina wakes up at 5:00 am, and she go to school at 6:30 am.
c)      Complex sentence , Merupakan sentence type yang  terdiri dari satu independent clause dan satu atau lebih dependent clause subordinate conjunction (although, when, because, etc) + subject + predicate]. Contoh : Her face is fresh because she always eats fresh fruits.
d)     Compound complex sentence , Merupakan sentence type hasil kombinasi antara compound dengan complex sentence. Contoh : Rida found a lot of expired food, but he didn’t got rid of it because he was too busy.


DAFTAR PUSTAKA

Senin, 15 Desember 2014

Kebudayaan Suku Bajau


 SUKU BAJAU

Suku Bajau adalah suku bangsa yang tanah asalnya Kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Suku ini merupakan suku nomaden yang hidup di atas laut, sehingga disebut gipsi laut. Suku Bajau menggunakan bahasa Sama-Bajau. Suku Bajau sejak ratusan tahun yang lalu sudah menyebar ke negeri Sabah dan berbagai wilayah Indonesia. Suku Bajau juga merupakan anak negeri di Sabah. Suku-suku di Kalimantan diperkirakan bermigrasi dari arah utara (Filipina) pada zaman prasejarah. Suku Bajau yang Muslim ini merupakan gelombang terakhir migrasi dari arah utara Kalimantan yang memasuki pesisir Kalimantan Timur hingga Kalimantan Selatan dan menduduki pulau-pulau sekitarnya, lebih dahulu daripada kedatangan suku-suku Muslim dari rumpun Bugis yaitu suku Bugis, suku Makassar, suku Mandar. Saat ini, Suku Bajau menyebar hampir di seluruh kepulauan Indonesia (terutama Indonesia Timur), bahkan sampai ke Madagaskar. Kebanyakan Suku Bajau yang menyebar mulai tinggal menetap dan berbaur dengan suku-suku lain.

Wilayah yang terdapat suku Bajau di Indonesia, antara lain :

1.        Kalimantan Timur (Berau, Bontang, dan lain-lain)
2.        Kalimantan Selatan (Kota Baru) disebut orang Bajau Rampa Kapis
3.        Sulawesi Selatan (Selayar)
4.        Sulawesi Tenggara
5.        Nusa Tenggara Barat
6.        Nusa Tenggara Timur (pulau boleng,seraya,longos,pulau Komodo dan sekitarnya)
7.        Sapeken, Sumenep, dan lain-lain.

KESENIAN DAN KEBUDAYAAN BAJAU

Setiap bangsa di dunia mempunyai hasil karya dan seni budaya yang menjadi amalan dan hiburan. Setiap karya dan seni budaya ini pastinya sedapat mungkin diwariskan kepada generasi berikutnya.Begitu juga dengan Suku Kaum Bajau Kota Belud Sabah yang mewarisi kesenian puisi Lisan yang dikenali sebagai "NAJAT".
     
Najat merupakan sejenis puisi lisan yang dinyanyikan oleh masyarakat Bajau, khususnya masyarakat Bajau di Daerah Kota Belud, Sabah. Memandangkan najat juga tidak kurang menariknya sebagai sejenis puisi lisan, maka nyanyian ini juga mendapat perhatian dalam majlis-majlis keramaian masyarakat Bajau.
Najat mempunyai empat ciri yang ketara, yaitu pertama, ia mempunyai empat baris serangkap sepertimana bentuk syair Melayu dengan rima akhir yang sama a-a-a-a; kedua, najat disampaikan seperti cara menyampaikan syair dalam masyarakat Melayu, dengan lain perkataan ia tidak boleh disampaikan secara berpantun; ketiga, najat disampaikan tanpa menggunakan sebarang alat muzik, dan keempat, ia dinyanyikan sama ada secara solo atau secara dual (berpasangan), lazimnya hanya penyanyi lelaki sahaja.


§  KOSTUM RUMPUN BAJAU

SARUNG DAN SYALAWAR 
BAJAU-SULUK SEMPORNA

Busana Masyarakat Suku Bajau Laut
di Semporna Sabah

      Kepulauan Melayu di persekitaran Laut Sulu, Borneo, laut Sulawesi hanya dipisahkan oleh air dan lautan. Tetapi lautan juga menemukan aneka suku keturunan kepulauan Melayu dan disatukan dengan kefahaman agama yang sama iaitu Islam. Kedatangan suku kaum dari Sulu, Mendanau masih mengekalkan nama beberapa suku di Sabah. 
     Di Semporna kesamaan ciri busana itu telah membentuk gaya dan jatidiri yang mempamerkan keunikan gaya hidup. Istilah Bajau Laut diperikan sebagai masyarakat yang asalnya menempati perairan.Kesamaan pola busana pula ialah mengekalkan kain sarung dan seluar. Tradisi ini masih diteruskan dalam acara kesenian terutama dalam perayaan perkahwinan atau adat istiadat persembahan terutama seni tari.



§  KHAZANAH MAKANAN TRADISIONAL BAJAU SABAH

KIMA

Bajau Semporna/Kunak/Lahad Datu/Tawau/Sandakan )

PIAREN AH MANUK
(Ayam Masak Kelapa Parut)

( Iranun , Kota Belud )
DAENG SEMUR
(Ikan Tenggiri Masak Santan)


( Bajau - Petagas )

  WARISAN BUDAYA BAJAU PANTAI BARAT

USUNAN BUDAYA BAJAU IRANUN


   ‘Usunan” dalam Bahasa Iranun atau “ Usungan” dalam Bahasa Melayu dirujuk kepada alat seperti tandu yang digunakan untuk mengusung golongan bangsawan atau golongan kenamaan, dikelilingi oleh sekumpulan pengiring untuk menuju ke suatu tempat.

   Usunan merupakan satu warisan budaya yang unik dan berkait rapat dengan masyarakat di Kota Belud, Sabah. Warisan budaya ini berjaya diwariskan dari generasi ke generasi dengan mengekalkan ketertiban akan adapt pemakaian serta kegunaannya walaupun sudah berusia hamper 300 tahun.

    Usunan dipercayai mula digunakan oleh Etnik Iranun sekitar tahun 1700 semasa Raja Ismail memerintah Kerajaan Tempatan Tempasuk di Borneo. Diriwayatkan bahawa Raja Ismail bersama tiga puteranya ( Raja Tabuk, Raja Alam dan Raja Muda Umak) telah menggunakan “Usunan” sebagai upacara penghormatan menghantar pemimpin dari Matampi ke pengkalan sebelum memulakan pelayaran menyerang Belanda di Tanjung Pinang, Riau pada bulan Mei 1787 (James F. Warren) atau bersamaan 1215 Hijrah (Raja Ali Al-Haji Riau) atas permintaan Sultan Mahmud II. Upacara penghormatan menyambut menggunakan “Usunan” juga disediakan oleh rakyatnya apabila dikhabarkan bahawa Belanda berjaya diusir.
   “Usunan” pada masa kini dipelbagaikan corak hiasan dan kegunaannya bersesuaian dengan upacara seperti majlis perkahwinan, berkhatan, menyambut dan menghantar orang kenamaan. Bagi Etnik Iranun, “Usunan” memiliki keistimewaan dan keunikkan tersendiri kerana ianya juga digunakan untuk mengusung jenazah dengan penuh adat istiadat sebagai penghormatan terakhir.


§  SEJARAH BAJAU SABAH

BAJAU PANTAI TIMUR DAN BARAT SABAH




PAHLAWAN BAJAU KOTA BELUD



BAJAU KOTA BELUD


BAJAU KOTA BELUD


TARIAN IGAL- IGAL BAJAU PANTAI TIMUR


RATU LEPA



BAJAU PANTAI TIMUR



BAJAU PANTAI BARAT


Kaum Bajau merupakan kaum bumiputra kedua terbesar di negeri Sabah. Kaum Bajau kebanyakkannya beragama Islam dan berasal dari dua kumpulan etnik yang tidak jauh bezanya iaitu Bajau di pantai Timur dan juga Bajau di pantai Barat.

    Mereka ini merupakan antara pelaut terkenal pada zaman dahulu sebelum kedatangan penjajah di Sabah. Kaum Bajau didapati mempunyai kemahiran membina sampan atau kapal yang sederhana saiznya dalam beberapa catatan sejarah.
     
    Kaum Bajau dahulunya juga adalah pelaut yang mahir di mana kegiatan utamanya ialah pelanunan serta penangkapan ikan. Orang-orang Bajau juga mempunyai kemahiran menunggang kuda dan ini menjadikan mereka antara kaum yang paling berjaya di Sabah. Kemahiran mereka ini menjadikan mereka terkenal di negeri Sabah dan diberi gelaran "Koboi Timur" atau "Koboi Sabah". 


    Semasa dalam majlis tertentu seperti pesta dan hari perayaan, penunggang kuda kaum Bajau ini sering kelihatan dalam pakaian berwarna-warni  malah kuda mereka juga dipakaikan kain seperti penunggang juga
  
    Orang Bajau yang berada di sebelah pantai Barat Sabah kebanyakkannya menetap dari bahagian Kota Kinabalu sehingga ke Kota Belud. Bagi kaum Bajau yang berada di bahagian pantai Timur Sabah , mereka masih mengamalkan kehidupan tradisional seperti kegiatan menangkap ikan dan kaum Bajau di sini digelar Bajau Laut. 


   Walau bagaimanapun orang-orang Bajau di bahagian Timur Sabah ini kebanyakkannya telah menetap di darat atau di perkampungan tepian pantai. Segelintir daripada mereka masih lagi tinggal dalam perahu yang merantau ke sana-sini iaitu Lepa. Kaum wanita Bajau juga terkenal dengan tenunan kain mereka iaitu Dastar yang disulam dengan kain berwarna merah, kuning, hijau, oren, emas dan putih. 
    
    Di Sabah, 6 bahasa Bajau di gunakan dan semuanya berasal daripada keluarga Sama-Bajau. Pengguna bahasa ini termasuklah pendatang-pendatang daripada negara jiran. Bagi kaum Bajau daripada  bahagian pantai Timur Sabah, bahasa mereka dipinjam daripada Suluk iaitu bahasa perdagangan di Laut Sulu. 

     Kaum Bajau pantai Barat Sabah pula mengadaptasikan bahasa mereka daripada bahasa Melayu. Kaum Bajau bahagian ini telah bekerjasama dengan kaum Kadazandusun dari segi akitviti ekonomi, perdagangan, perhubungan sosial serta kebudayaan. 



   Orang Bajau dikatakan telah menggunakan sistem Barter dalam aktiviti ekonomi mereka yaitu menukar ganti hasil tangkapan ikan mereka dengan beras orang Kadazan. Bukan itu sahaja, pengaruh kebudayaan daripada kedua-dua kaum ini juga dapat dilhat dari segi kesenian material, muzik dan juga rekabentuk bangunan. 

Referensi         :

Kamis, 06 November 2014

REPRESENTASI DATA KOMPUTER, TEORI BILANGAN & KONVERSI BILANGAN

Data : Bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk mencapai beberapa hasil                 penghitungan penghitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logika.


  • Tipe data :


  1. Data Numerik : merepresentasikan integer dan pecahan fixed-point, real floating-point dan desimal berkode biner.
  2. Data Logikal : digunakan oleh operasi logika dan untuk menentukan atau memriksa kondisi seperti yang dibutuhkan untuk instruksi bercabang kondisi.
  3. Data bit-tunggal : untuk operasi seperti SHIFT, CLEAR dan TEST.
  4. Data Alfanumerik : data yang tidak hanya dikodekan dengan bilangan tetapi juga dengan huruf dari alpabet dan karakter khusus lainnya

          Pengertian Representasi Data, ini untuk memberi tanda bilangan biner telah diperjanjikan yakni 0 (nol) untuk bilangan positif atau plus dan 1 untuk bilangan negatif atau minus. Pada bilangan biner n-bit, jika susunannya dilengkapi dengan bit tanda maka diperlukan register dengan panjang n+1 bit. Dalam hal ini, n bit digunakan untuk menyimpan bilangan biner itu sendiri dan satu bit untuk tandanya. Pada representasi bilangan biner yang dilengkapi dengan tanda bilangan, bit tanda ditempatkan pada posisi paling kiri.

        Nilai sebuah data dari sebuah tipe data integer adalah nilai bilangan bulat tersebut dalam matematika. Representasi data ini merupakan cara bagaimana nilainya disimpan di dalam memori komputer. Tipe data integral terbagi menjadi dua buah kategori, baik itu bertanda (signed) ataupun tidak bertanda (unsigned). Bilangan bulat bertanda mampu merepresentasikan nilai bilangan bulat negatif, sementara bilangan bulat tak bertanda hanya mampu merepresentasikan bilangan bulat positif.
Representasi integer positif di dalam komputer sebenarnya adalah untaian bit, dengan menggunakan sistem bilangan biner. Urutan dari bit-bit tersebut pun bervariasi, bisa berupa Little Endian ataupun Big Endian. Selain ukuran, lebar atau ketelitian (presisi) bilangan bulat juga bervariasi, tergantung jumlah bit yang direpresentasikanya. Bilangan bulat yang memiliki n bit dapat mengodekan 2n. Jika tipe bilangan bulat tersebut adalah bilangan bulat tak bertanda, maka jangkauannya adalah dari 0 hingga 2n-1.

Teori Bilangan 

      Adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item phisik. Sstem bilangan yang paling banyak dipergunakan oleh manusia adalah sistem bilangan desimal , yaitu sistem bilangan yang banyak menggunakan10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran. Basis yang digunakan masing-masing sistem bilangan tergantung dari jumlah nilai bilangan yang dipergunakan.

• sistem bilangan desimal dengan basis 10 (dece berarti),menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9. Nilai suatu bentuk bilangan desimal dapat berupa integer desimal atau pecahan desimal. Integer desimal adalah nilai desimal yang bulat. Absolute value merupakan nilai mutlak dari masing-masing digit di bilangan. Position value (nilsi posisi) merupakan penimbang atau bobot dari masing-masing digit tergantung dari letak posisinya yaitu bernilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.
Contoh: 234,5 = 2 x 102 + 3×101 + 4×100 + 5×10-1
Artinya : 7 ratusan,2 puluhan,4 satuan.dan 5 sepersepuluhan

• Sistem bilangan binari dengan 2 basis (binary berarti 2), menggunakan 2 macam simbol bilangan. Bilangan berbentu 2 digit angka yaitu 0 dan 1
Contoh: 101111 = 1×25 + 0×24 + 1×23 + 1×22 + 1×21 + 1×20 = 47
Sehingga (101101)2 = (47)10

• Sistem bilangan oktal dengan basis 8 (octal berarti 8), menggunakan 8 macam simbol bilangan, yaitu 0,1,2,3,4,5,6 dan 7
Contoh penjumlahan : 376 (8) + 45 (8) = ……. (8) 11 376 45 —— + 443 5+6=11, 11/8= 1 sisa 3 1+7+4=12, 12/8= 1 sisa 4 1+3=4
Contoh perkalian : 56 (8) x 43 (8) = ……. (8) 56 43 —— x 212 3×6=18, 18/8= 2 sisa 2 270 3×5=15+ 2 =17, 17/8=2 sisa 1 ——- + 4×6=24, 24/8= 3 sisa 0 3112 4×5=20+ 3 =23, 23/8=2 sisa 7

• Sistem bilangan hexadecimal dengan 16 basis ( hexa berari 6 dan deca berarti10), menggunakan 16 macam simbol bilangan yaitu; 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E dan F. Bentuk nilai suatu bil.hexa dapat berupa integer hexa (hexa integer) atau pecahan hexa (hexa fraction) . Integer Hexa adalah nilai hexa yang bulat. 
contoh 152B (16) artinya : 152B (16) = (1×16 3 ) + (5×16 2 ) +(2×16 1 ) +(Bx16 0 ) = (1×4096) + (5×256) + (2×16) + (11×1) = 4096 + 1280 + 32 + 11 = 5419 (10).

KONVERSI BILANGAN

1.Konversi Bilangan Biner ke Desimal
Sistem bilangan desimal/persepuluhan adalah sistem bilangan yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). Sistem bilangan desimal sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10, seperti yang terlihat dalam contoh berikut:
angka desimal 152 jika diurai lebih detail akan sama dengan 1*102 + 5*101 + 2*100
152 = 1*102 + 5*101 + 2*100

2. Konversi Bilangan bulat desimal ke Biner
Konversi bilangan bulat desimal ke biner dilakukan dengan membagi secara berulang-ulang suatu bilangan desimal dengan 2. Sisa setiap pembagian merupakan bit yang didapat.
Contoh: Konversi 625des ke biner
625 / 2 = 312 sisa 1 (LSB)
312 / 2 = 156 0
156 / 2 = 78 0
78 / 2 = 39 0
39 / 2 = 19 1
19 / 2 = 9 1
9 / 2 = 4 1
4 / 2 = 2 0
2 / 2 = 1 0
1 / 2 = 0 1 (MSB)
Jadi 625des = 1001110001bin

3.Konversi Bilangan Oktal ke Desimal
Contoh bilangan bulat:
1161okt = 625des
1161okt Berarti :
= 1 X 83 + 1 X 82 + 6 X 81 + 1 X 80
= 512+64+48+1
= 625des

Contoh bilangan pecahan:
13,6okt = 11,75des
13,6okt Berarti :
= 1 X 81 + 3 X 80 + 6 X 8-1
= 8 + 3 + 0,75
= 11,75des

4. Konversi Bilangan Desimal ke Oktal
Contoh Bilangan Bulat :
625des = 1161okt
625 / 8 = 78 sisa 1 (LSB)
78 / 8 = 9 6
9 / 8 = 1 1
1 / 8 = 0 1 (MSB)

Contoh Bilangan Pecahan :
0,1des = 0,063….okt
0,1 X 8 = 0,8 sisa 0 (MSB)
0,8 X 8 = 6,4 6
0,4 X 8 = 3,2 3 (LSB)

5. Konversi Bilangan Oktal 
Konversi bilangan oktal ke biner lebih mudah dibandingkan dengan konversi bilangan oktal ke desimal. Satu digit oktal dikonversi ke 3 bit biner
Contoh: 1161okt = 001001110001bin
1 1 6 1
001 001 110 001
Contoh: 0,063okt = 0,000110011bin
0 6 3
000 110 011

6. Konversi Bilangan Biner ke Oktal
Contoh Bilangan Bulat:
1001110001bin = 1161okt
001 001 110 001
1 1 6 1

Contoh Bilangan Pecahan:
0,000110011bin = 0,063okt
000 110 011
0 6 3

7. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Desimal
Contoh: 271heks = 625des
271heks
= 2 X 162 + 7 X 161 + 1 X 160
= 512 + 112 + 1
= 625des
0,Cheks = 0,75des
0,C heks
= 0 X 160 + 12 X 16-1
= 0 + 0,75
= 0,75des


Referensi : http://hildasilvia1892.wordpress.com/2011/11/20/bab-7-9-representasi-data-komputer-teori-bilangan-dan-konversi-bilangan/

Sabtu, 01 November 2014

TUGAS IBD : Manusia Dan Pandangan Hidup

Setiap manusia di dunia ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang perlu dipersiapkan secara rinci sejak dini agar dapat terlaksana sesuai dengan harapan pada waktu yang tepat. Pandangan hidup sendiri bersifat kodrati, yang telah diberikan oleh Tuhan kepada setiap manusia. Adapun pengertian pandangan hidup itu adalah pendapat  ataupun pertimbangan yang dijadikan sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petujuk hidup di dunia agar dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi dengan adanya pandangan hidup tersebut. Pendapat atau pertimbangan di sini merupakan hasil pemikiran manusia itu sendiri yang berdasarkan pengalaman hidup atau sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pada dasarnya, pandangan hidup mempunyai empat unsur yang saling terkait satu sama lain yang tidak dapat terpisahkan, yaitu cita-cita, kebijakan, usaha, dan keyakinan atau kepercayaan. Yang dimaksud dengan cita-cita adalah apa yang ingin dicapai dengan usaha atau perjuangan yang akan ditempuh untuk mendapatkannya. Tujuan yang ingin dicapai adalah kebajikan. Kebajikan adalah segala sesuatu hal yang baik yang dapat manusia itu bahagia, makmur dan tentram. Usaha atau perjuangan yaitu kerja keras yang dilandasi oleh kepercayaan dan keyakinan. Keyakinan atau kepercayaan itu dapat diukur dengan  kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Seperti yang sedang berkembang di berbagai penjuru dunia saat ini, yaitu semakin maraknya kasus terorisme dan bom bunuh diri yang mengatasnamakan agama yang merenggut banyak korban dan materi yang tidak sedikit. Masalah ini terjadi akibat kurang tepatnya pandangan suatu kelompok terhadap masalah kehidupan yang sedang terjadi.  Mereka menafsirkan suatu ajaran secara sepotong-sepotong dan hanya berdasarkan pada satu atau dua sumber saja tanpa melihat keadaan sekitarnya.
Mereka berpandangan bahwa semua orang yang menentang atau memusuhi keyakinannya adalah musuh bagi mereka dan itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini untuk terciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera. Padahal jika diperhatikan lebih dalam sebenarnya pandangan mereka terhadap masalah tersebut adalah kurang tepat, tidak sewajarnya orang yang keliru ditiadakan tanpa memberi kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar.
Akan tetapi nampaknya pandangan seperti itu seperti sudah mendarah daging pada diri mereka dan para pengikutnya. Bahkan mereka beranggapan bahwa jika melakukan hal tersebut maka akan mendapat suatu pahala yang besar dan kalaupun mereka meninggal dalam menjalankan aksi mereka tersebut dianggap sebagai mati syahid. Padahal jika dinilai justru perbuatan yang mereka lakukan itu sangat sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan.
Lebih parahnya lagi, mereka juga tidak segan-segan untuk menyebarkan ajarannya tersebut kepada orang-orang yang di sekitar mereka sehingga pengikut mereka menjadi bertambah banyak. Dan hal tersebut tidak akan berhenti sebelum apa yang mereka inginkan tercapai.
Seperti yang kita lihat sekarang ini, meskipun pimpinan gembong teroris sudah banyak yang tertangkap tetapi terorisme masih terus terjadi. Hal tersebut dikarenakan bahwa ajaran yang mereka ajarkan masih belum mati dan terus berjalan sehingga siapa saja bisa menerukan ajaran tersebut meskipun sang pemimpin telah tiada, karena mereka bisa membentuk kader-kader pemimpin baru.
Untuk masalah tersebut hal yang harus dibenahi sebenarnya adalah pandangan hidup pada pribadi masing masing orang tersebut. Kalau yang dibasmi adalah pemimpinnya itu belum bisa menuntaskan permasalahan karena pengikutnya masih banyak dan hal itu sulit untuk ditelusuri satu per satu. Kalau pandangan hidup mereka sudah kembali ke jalan yang benar, tidak perlu lagi diperintah pun mereka akan menghentikan aksi yang mereka jalankan sekarang ini dengan kesadaran pribadi.
Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi berikut adalah klasifikasi berdasarkan asalnya, antara lain:
1.             Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.             Pandangan hidup yang berupa ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
3.             Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan, dan tujuan ini biasa disebut cita-cita. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang ingin dicapai seseorang pada masa mendatang. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor berikut:
1.             Faktor manusia ;
2.             Faktor kondisi ; dan
3.             Faktor tingginya cita-cita
Terdapat formula sukses yang dapat kita jadikan pedoman untuk menggapai cita-cita kita. Pertama, kita harus mengubah belief system (keyakinan dan tujuan) kita. Kedua, kita harus mengubah cara berpikir kita dan emosi kita. Ketiga, mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita. Keempat, kita harus mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita. Dari semua itu kita akan mendapatkan hasil yang menjadi keyakinan dan tujuan kita dari awal.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai, harus disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki.
Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti Laskar Pelangi.
Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Mengabdi       
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.

Referensi : https://taufikhidayah21.wordpress.com/2013/06/05/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-pandangan-hidup/

Tugas IBD : Manusia dan Keadilan

Ilmu Budaya Dasar (Manusia dan Keadilan)
Pengertian Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Hal ini disebabkan oleh karena orang lain pun mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita pun mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mempertahankan hak hidup mereka sendiri. Jadi, keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.
Dalam bukunya M. Munandar sulaiman, menyatakan pengertian keadilan menurut beberapa teori antara lain :
· Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan di artikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
· Menurut Plato merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal
· Menurut Socrates merupakan proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menetukan dinamika masyarakat
Pada umumnya keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain adalah keaadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan kita bersama.
1. Kejujuran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kelurusan hati atau ketulusan hati, yang maksudnya ati dan perasaan yang ada pada diri manusia memiliki nilai yang baik. Menurut M. Alamsyah (1986: 83) dalam bukunya Budi Nurani, Filsafat Berfikir, menyatakan bahwa kejujuran sangat erat hubungannya dengan masalah nurani. Menurutnya nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia.
Kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nurani. Jujur juga berarti seseorang bersih hati dari perbuatan- perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum, jujur berati pula menepati janji , baik yang telah terlahir dalam kata-kata maupun yang masih didalam hati (niat). jadi seseorang yang tidak menepati niat mendustai dirinya sendiri.
Pada hakikatnya kejujuran dialandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahn atau dosa. Berbagi macam hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur. Mungkin karena tidak rela atau pengaruh lingkungan, karena sosial ekonomi, atau karena niat-niat yang lainnya. Berbagai cara dan sikap seseorang mempertahankan kejujuran.
2. Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik berarti mengembalikan nama baik seseorang yang semula dinilai tidak baik. Dalam pemerintahan dikenal rehabilitasi martabat, yaitu pemulihan martabat dalam nama baik, disertai atau tidak disertai ganti rugi. Disinilah manusia mempunyai letak kelebihan dari pada makluk yang lain yaitu memiliki nama yang biasa baik, tetapi juga bis tidak baik, sehingga martabatnya sebagai makhluk tertinggi dapat ditentukan. Tinggi atau rendah.
Dalam pemerintahan seseorang ingin mengembalikan nama baik melalui beberapa proses yaitu harus memperoleh rehabilitasi, grasi, amnesty, dan abolish. Pada kehidupan selanjutnya tergantung pada orang itu sendiri, bagaimana ia dapat menyesuaikan dirinya dengan kehidupan masyarakat.
Pengambilan nama baik seseorang tidak hanya cukup secara yuridis-formal, tetapi juga perlu diikuti dengan situasi yang sifatnya etis-sosial yaitu bahwa seseorang yang memperoleh pengambilan nama baik perlu kembali memperoleh tempat yang layak dan perlu memperoleh perlakuan yang sewajarnya dalam masyarakat.
Sebenarnya nama baik merupakan tujuan utama orang hidup, sehinga seseorang berusaha menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Yang pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia.
3. Pembalasan
Pembalasan berasal dari kata balas yang artinya cara atau perbuatan yang bertujuan untuk memulangkan kembali apa yang pernah dikenakan kepadanya baik melalui hal yang positif dan negative, hal yang positif biasanya cenderung berupa pujian/ sanjungan, imbalan, penghargaan. Lain halnya dengan yang negatif yang lebih cenderung pada hukuman yang biasanya dijatuhkan kepada mereka yang dinilai salah menurut mereka. Pembalasan merupakan sebuah reaksi atau perbuatan oranng lain, reaksi itu bias berupa perbuatan yang serupa atau yang seimbang.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan pembalasan yang positif atau pun negative itu merupakan produk manusia yang sifatnya tidak abadi karena ketentuan atau hokum tersebut dapat diubah sesuai dengan kebutuhan manusia pada sewaktu-waktu. Pebalasan bias terjadi karena adanya pergaulan, pergaulan yang sahabat mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Referensi : http://ajinovyanw.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-keadilan-ilmu-budaya-dasar.html